10/01/22

Strategi Panen TBS Sawit Guna Hasil Minyak Sawit Berlipat

InfoSAWIT, JAKARAT – Maksimalnya hasil produksi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan kelapa sawit ditentukan dari beberapa faktor, salah satunya dari pola panen Tandan Buah Segar (TBS) Sawit yang dilakukan. Pola panen TBS sawit yang tepat bakal berdampak terhadap tingginya hasil, sebab itu perlu persiapan dan penilaian panen.

Kegiatan panen merupakan pekerjaan yang terpenting di dalam mengelola perkebunan kelapa sawit. Dimana kegiatan panen merupakan salah satu pekerjaan yang ditunggu oleh perusahaan perkebunan atau petani sawit yang telah melakukan pembukaan lahan, penanaman dan pemeliharaan.

Panen bakal menentukan hasil pendapatan perusahaan dan petani kelapa sawit, sebab itu pola panen yang tepat sangat dianjurkan, hanya saja sebelum dilakukannya kegiatan panen harus melakukan persiapan penan dengan matang dan melakukan penilaian panen.

 

Persiapan Panen

Sebelum melakukan panen kelapa sawit ini tentunya harus dipersiapkan terlebih dahulu kebun yang akan dipanen sehingga pemanen mudah untuk mengeluarkan tandan kelapa sawit berikut brondolannya ke tempat pengumpulan hasil (TPH). Hal yang perlu dipersiapan adalah, pertama, pasar pikul (jalan panen ke dalam blok bagi pemanen), dan supervisi panen.

Kedua, piringan kelapa sawit bersih bebas dari gulma. Ketiga, tunas pasir (sanitasi) membuang pelepah terbawah agar proses potong buah mudah dan kutip brondolan bisa dilakukan dengan aman. Kalau tidak di sanitasi maka panen dan kutip brondolan akan terhalangi oleh pelepah terbawah yang bagi tanaman juga sudah tidakberguna lagi.

Keempat, TPH (Tempat pemungutan hasil) harus dibersihkan dari gulma dan ukurannya standar 3 x 6     meter, yang paling efisiensi dibuat 3 pasar pikul 1 TPH, atau minimal 2 pasar pikul 1 TPH. Kelima, jalan collection road untuk angkut TBS dari TPH ke Pabrik kelapa sawit harus dalam kondisiyang baik bisa dilewati truk angkut TBS muatan<6 ton, jika masih menggunakan traktor maka persiapan jalan untuk angkutan panen masih harus terus dilanjutkan sampai jalan koleksi bisa dimasuki truk.

Keenam, pemanen yang terlatih dan alat kerja yang lengkap yaitu : Dodos, batu asah, gancu dan angkongserta perlengkapan yang memenuhi standar APD, pakai helm, pakai sepatu, sarungtangan, alat kerja disarung. Jika belum maka harus dilengkapi

 

Penilaian TBS Sawit

Tanamankelapa sawit penghasil minyak nabati yang paling tinggi diantara semua tanaman penghasil minyak yang berpotensi mencapai 7 ton CPO per Ha/tahun.

Untuk mencapai rendemen (hasil minyak) CPO yang tinggi maka diperlukan antara lain teknis budidaya yang terbaik (Best Management Practices), diantaranya teknis panen yang tepat.

Untuk itu maka diperlukan standard di Pabrik apakah hasil yang diterima pabrik telah dilakukan dengan benar atau tepat. Untuk itu telah dibuatkan sistim penilaian terhadap kualitas TBS, baik saat di TPH kebun dan di PMKS.

 

Sebelum Melakukan Penilaian TBS Sawit

Sebelum melakukan penilaian terhadap TBS yang dipanen ini maka perlu dilakukan langkah-langkah, pertama, Pengarahan atau sosialisasipanen kepada mandor dan pemanententang kualitas TBS yang boleh dipanen dan dibawa ke TPH serta tata caranya.

Kedua, saat dilakukan  sosialisasi tersebut oleh asisten, maka pada saat sosilisasi tersebut akan ada waku untuk tanya jawab sehingga mandor dan pemanen telah benar-benar paham apa yang menjadi peraturan perusahaan dan standar panen TBS.

Ketiga, simulasi, yaitu langsung mempraktekan apa yang sudah disampaikan sehingga pola pikir  dari semua tim telah sama sesuai ketentuan perusahaan, dan keempat, sanksi, ini penting dijalankan sebagai koreksi dan pembatas untuk perbaikan kesalahan dalam panen sehingga seluruh pemanen selalu waspada terhadap penyimpangan dan segera kembali lagi ke jalan yang benar.

Ketiga cara diatas harus dijalankan jika memulai melakukan suatu kerja yang baru (disingkat 3S) agar hasil dicapai dapat mencapai sasaran. Jika masih belum tercapai maka pola pembinaan 3S tadi harus diulang kembali sehingga sasaran yang sudah ditetapkan bisa terpenuhi.