Pelatihan Non Diskriminasi Berbasis Gender Dan FPRW serta Pelatihan Sistem Pengaduan Berbasis Website dan Aplikasi Android di Kabupaten Sintang
Dibuat Oleh F HUKATAN-KSBSI • 29 May 2026
Sintang, Kalimantan Barat – Jaringan Pengusaha dan Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) menyelenggarakan Pelatihan Non Diskriminasi Berbasis Gender dan Fundamental Principles and Rights at Work (FPRW) serta Pelatihan Sistem Pengaduan Berbasis Website dan Aplikasi Android pada tanggal 29–30 Mei 2026 di Hotel Ledja, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Jonny S.Sos., M.Si selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif JAPBUSI yang secara konsisten mendorong penguatan kapasitas para pihak dalam mewujudkan hubungan industrial yang berkeadilan dan berperspektif gender.

"Pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, tetapi juga dari sejauh mana kita mampu menciptakan tempat kerja yang menghormati martabat manusia, menjunjung tinggi kesetaraan, serta memberikan perlindungan yang sama bagi seluruh pekerja tanpa memandang jenis kelamin, latar belakang, maupun status sosialnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan di tempat kerja harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang saat membuka kegiatan.
Beliau juga menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan pekerja melalui mekanisme pengaduan yang mudah diakses, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberadaan sistem pengaduan berbasis website dan aplikasi Android dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendorong penyelesaian masalah secara cepat, tepat, dan berkeadilan.
Turut hadir memberikan sambutan secara daring melalui Zoom, bapak Gery perwakilan ILO Jakarta. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk mengoptimalkan peran dan fungsi serikat pekerja/serikat buruh dalam memberikan pelayanan yang cepat, efektif, dan responsif kepada para peserta pelatihan yang hadir.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip non diskriminasi berbasis gender, penerapan pendekatan Fundamental Principles and Rights at Work (FPRW), serta berbagai strategi untuk membangun budaya kerja yang menghormati hak, martabat, dan keberagaman pekerja. Peserta juga diajak untuk memahami berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan di tempat kerja serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan perusahaan.
Selain itu, peserta memperoleh pelatihan praktis mengenai penggunaan sistem pengaduan berbasis website dan aplikasi Android yang dirancang untuk mempermudah pekerja dalam menyampaikan keluhan, laporan, maupun pengaduan terkait berbagai permasalahan ketenagakerjaan. Sesi ini mencakup pengenalan fitur-fitur aplikasi, mekanisme pelaporan, pengelolaan data pengaduan, serta tindak lanjut penyelesaian kasus secara efektif dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, JAPBUSI berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing dengan mendorong penerapan prinsip kesetaraan gender, non diskriminasi, serta memperkuat sistem perlindungan pekerja melalui mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan terpercaya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya di Kabupaten Sintang dan Kalimantan Barat pada umumnya.
Sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan bermartabat, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pekerja, serikat pekerja, dan perusahaan dalam mewujudkan dunia kerja yang lebih inklusif, setara, dan bebas dari diskriminasi serta kekerasan di tempat kerja.
