Kartu Merah Untuk Pekerja Anak, Pekerjaan Layak Untuk Orang Dewasa
Dibuat Oleh JAPBUSI • 12 Jun 2026
JAPBUSI.ORG, Jakarta - Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sektor Sawit Indonesia (JAPBUSI) bersama Serikat Pekerja Serikat Buruh, pengusaha dan pemerintah hadiri peringatan hari menentang Pekerja Anak Sedunia yang digagas International Labour Organization (ILO) Jakarta.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur ILO untuk Indonesia dan Timur Leste, Simrin Singh di ruang terbuka Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, pada Jum'at (12/06/2026).
Dalam sambutannya, Simrin Singh mengungkapkan kebahagiaannya, karena sektor terburuk dimana ada pekerja anak adalah sektor pertanian. Namun demikian belum lama ini, Ia melihat tidak ada lagi pekerja anak di sektor tersebut.
"Belum lama ini, dalam satu acara saya berkunjung disalah satu peternakan sapi perah yang ada di Malang, Jawa Timur, dan Saya bahagia karena tidak menemukan adanya pekerja anak disana." kata Simrin.
Simrin juga melihat, saat ini banyak orang tua dan kaum muda yang bahagia bekerja di sektor peternakan, dari memerah sapi, memanen susu dan keju. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia bisa melangkah lebih maju untuk bebas dari Pekerja Anak.
"Kita semua harus memastikan tidak ada lagi, kartu merah untuk pekerja anak, semangat ini harus terus berkobar tidak hanya pada hari ini, saat peringatan menentang pekerja anak, namun seterusnya." harap Simrin.

Seperti diketahui, setiap tahun pada tanggal 12 Juni, diperingati sebagai Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, dengan menyatukan pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, bisnis, masyarakat sipil, komunitas, dan individu untuk memperkuat aksi mengakhiri pekerja anak.
Hari Dunia 2026 ini hadir pada momen penting, menyusul Konferensi Global Keenam tentang Penghapusan Pekerja Anak di Marrakech, yang menegaskan kembali perlunya mempercepat kemajuan dan mengubah komitmen menjadi hasil nyata. Dengan slogan “Kartu merah untuk pekerja anak: Permainan adil untuk anak-anak, pekerjaan layak untuk orang dewasa”, kampanye ini menyerukan tindakan yang lebih kuat pada pendidikan berkualitas, perlindungan sosial, pekerjaan layak, hukum dan penegakan hukum yang lebih kuat, dan langkah-langkah lain yang mengatasi akar penyebab pekerja anak.

Terlepas dari kemajuan yang telah dicapai, 138 juta anak masih terlibat dalam pekerja anak di seluruh dunia, termasuk hampir 54 juta dalam pekerjaan berbahaya.
Pada Hari Dunia Menentang Pekerja Anak ini, kibarkan kartu merah untuk pekerja anak dan bantu wujudkan komitmen Marrakech menjadi perubahan nyata bagi anak-anak, keluarga, dan komunitas di mana pun.
Hadir dalam acara, perwakilan federasi anggota JAPBUSI, KBS, Serikat Pekerja Serikat Buruh, perwakilan dari Kemnaker dan Kementerian terkait, perwakilan dari Apindo dan Asosiasi Pengusaha terkait, Mahasiswa dan Lembaga Masyarakat dan umum.
(red/handi)