Refleksi 3 Tahun Jaga Sawitan, Dorong Budaya K3 di Industri Sawit

Dibuat Oleh JAPBUSI • 20 Mar 2026

JAPBUSI.ORG, JAKARTA - Presiden Jaga Sawitan, Nurssana Marpaung, seklaihus Sekretaris Eksekutif JAPBUSI menegaskan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam industri kelapa sawit sebagai bagian dari upaya mewujudkan sawit berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Nurssana dalam acara refleksi tiga tahun Jaga Sawitan yang digelar di Ashley Tanah Abang, Kamis (13/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang membahas penguatan K3 di sektor perkebunan sawit.

Menurut Nurssana, selama beberapa tahun terakhir Jaga Sawitan telah melakukan berbagai upaya bersama para mitra, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), untuk mendorong praktik sawit berkelanjutan.

“Tahun lalu kami lebih fokus pada pemberdayaan perempuan di sektor sawit. Tahun ini, memasuki tahun ketiga, kami menekankan pentingnya K3 karena dalam bekerja yang paling utama adalah keselamatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan K3 tidak hanya berkaitan dengan keselamatan kerja, tetapi juga kesehatan para pekerja, termasuk dampak penggunaan bahan kimia terhadap pekerja perempuan di perkebunan kelapa sawit.

Nurssana menilai, agar K3 dapat menjadi budaya di industri sawit, diperlukan panduan yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan maupun pekerja.

” Organisasi pekerja juga perlu memasukkan unsur K3 dalam organisasinya agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan kondisi lapangan serta keterlibatan pekerja dalam pelaksanaan program K3 di perusahaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung program Jaga Sawitan ke depan.

Menurut Nurhasanna, dukungan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan organisasi pekerja semakin kuat dalam membangun hubungan industrial yang lebih dewasa.

” Jaga Sawitan pada dasarnya adalah dialog sosial. Kedua pihak memahami posisi masing-masing dan bekerja bersama untuk mencari solusi,” jelasnya.

Nursanna, berharap deklarasi dan komitmen yang disampaikan dalam forum tersebut dapat diimplementasikan secara nyata sehingga dalam beberapa tahun ke depan dapat menghasilkan panduan dan praktik K3 yang lebih baik di sektor kelapa sawit ,tambah Nursanna Marpaung Presiden JagaSawitan. (RED/Handi)